LAPORAN PRAKTIKUM
INSTALASI KOMPUTER
MODUL III
Di susun Oleh :
HANY
NGATIKOH
163310020
TEKNIK
KOMPUTER
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA
DAN KOMPUTER
STMIK AKAKOM
YOGYAKARTA
2016
SETTING PADA MENU BIOS
PENGERTIAN
BIOS
BIOS adalah singkatan dari Basic Input Output System.
merupakan suatu software (ditulis dalam bahasa assembly) yang mengatur fungsi
dasar dari perangkat keras (hardware) komputer. BIOS tertanam dalam sebuah chip
memory (ROM ataupun Flash Memory berbahan Comlpimentari Metal Oxide
Semiconductor (CMOS) yang terdapat pada motherboard. Sebuah baterai yang biasa
disebut sebagai baterai CMOS berfungsi untuk menjaga agar tanggal dan settingan
lainnya yang telah kita set pada BIOS tidak hilang atau kembali ke konfigurasi
awal meskipun komputer dimatikan.
FUNGSI BIOS
Fungsi utama BIOS adalah untuk memberikan
instruksi yang dikenal dengan istilah POST (Power On Selft Test) yaitu perintah
untuk menginisialisasi dan identifikasi perangkat sistem seperti CPU, RAM, VGA
Card, Keyboard dan Mouse, Hardisk drive, Optical (CD/DVD) drive dan hardware
lainnya pada saat komputer mulai booting.
CARA KERJA BIOS
Cara kerja BIOS
adalah dimulai dengan proses inisialisasi, dimana dalam proses ini kita bisa
melihat jumlah memory yang terinstall, jenis hardisk dan kapasitasnya dan
sebagainya. BIOS kemudian akan mencari, menginisialisasi dan menampilkan
informasi dari Graphics Card. Kemudian akan mengecek device ROM lain seperti
hardisk dan kemudian melakukan pengetesan RAM yaitu memory count up test.
Setelah semua test komponen berhasil dilakukan, BIOS kemudian akan
mencari lokasi booting device dan Sistem Operasi.
CARA MENGAKSES
BIOS
Pada setiap merk laptop ataupun PC tombol untuk mengakses
BIOS biasanya sedikit berbeda. Namun secara umum cara mengakses BIOS
adalah dengan menekan tombol tertentu (biasanya tombol Delete atau F2) pada
Keyboard pada saat pertama kali komputer dinyalakan. Jika muncul peringatan
"Press F2 to enter setup", maka langsung saja tekan tombol F2
berulang-ulang. Atau pada laptop merk tertentu ada yang menggunakan tombol Del.
MENU DALAM BIOS
- Standar CMOS SetuP
- Advanced SetuP
- Power Management Setup
- PCI / PnP Configuration
- Load Optimal Setting
- Load Best Performance
- Setting Features Setup.
- CPU PnP Setup
- Hardware Monitor
- Change Password
- Exit
Gambar diatas merupakan tampilan awal ketika kita
masuk pada jendela BIOS.
Standard CMOS Features berfungsi
untuk setting standar seperti tanggal, waktu, type harddisk yang terpasang, disk drive,
dan monitor.
Fungsi konfigurasi pada
standar CMOS :
Date & Time => melakukan setting perubahan waktu dan
tanggal sesuai Real Time Clock
IDE ( Integrated drive electronics) Device => melakukan
setting harddisk yang terpasang
IDE Primary Master => harddisk
utama yang berfungsi sebagai penyimpanan sistem operasi dan program aplikasi
IDE Primary Slave => harddisk utama
yang berfungsi sebagai penyimpanan berupa data saja
IDE Secondary Master => harddisk
tambahan / cadangan yang berfungsi sebagai penyimpanan sistem operasi dan
program aplikasi
IDE secondary Slave=> harddisk
tambahan / cadangan yang berfungsi sebagai penyimpanan berupa data saja
Floppy disk => melakukan setting
disk drive
Video => melakukan setting monitor
biasanya EGA / VGA
Half On => untuk mensetting kapan computer berhenti beroperasi
Advanced
Setup
Digunakan untuk mengetahui informasi /
mengatur system yang terpakai di dalam computer.
Fungsi konfigurasi pada
Advanced Setup
First Boot Device => Pengecekan terhadap system booting
pertama kali
Virus warning => mengaktifkan / menonaktifkan program
anti virus untuk motherboard atau boot sector
Quick Power On Self Test => Pemeriksaan terhadap
komponen-komponen pada saat computer melakukan booting.
Swap Floppy => untuk menukar disk
drive misalkan dari B ke A atau sebaliknya.
Boot Up Floppy Seek => mengecek kapasitas disket yang
terpasang
Gambar diatas merupakan tampilan ketika kita mengklik UMA Frame
Buffered Size untuk menampilkan ukuran memori internal.
Gambar pada menu Internal Graphics Mode dipilih UMA. Jika memilih
disable artinya tidak bisa digunakan.
Gambar diatas merupakan tampilan menu Onboard VGA output connect.
menu tersebut masih satu rumpun dalam Menu Advance
Tampilan jendela Init Display first. Ada tiga pilihan yaitu PCI
Slot, OnChipVGA dan PEG.
Virtualisasi berarti Mengubah sesuatu
(mengkonversi) ke bentuk simulasi dari bentuk nyata yang ada. Inti
dari virtualisasi adalah membuat sebuah simulasi dari perangkat keras, sistem
operasi, jaringan maupun yang lainnya.
Gambar diatas merupakan tampilan dari jendela Harddisk Boot Priority. disini kita bisa mengatur hal-hal yang
berhubungan dengan harddisk.
Gambar diatas adalah tampilan yang akan muncul ketika kita
mengklik First Boot Device pada Jendela Advance. First boot device maksudnya
adalah Pengecekan terhadap system booting pertama. Dalam gambar tersebut
Harddisk dipilih sebagai first boot device.
Gambar diatas adalah tampilan yang akan muncul ketika kita
mengklik Second Boot Device pada Jendela Advance. Second boot device maksudnya
adalah Pengecekan terhadap system booting kedua. Dalam gambar tersebut Harddisk
dipilih sebagai second boot device.
Integrated Peripherals pada menu BIOS dapat digunakan untuk:
1. Block Mode
Apabila dibuat “Enabled”
atau “Auto” dan “HDD MAX” maka BIOS akan menggunakan block mode untuk transfer
ke hardisk. Default: Enabled
2. IDE PIO/UDMA
Digunakan untuk memilih mode
PIO atau UDMA yang akan digunakan. Default: 4
3. MODE PIO
Digunakan untuk menentukan
seberapa besar seberapa cepat data di transfer dari dan ke hardisk.
4. Mode DMA
DMA adalah singkatan dari
Direct Memory Access berarti data ditransfer langsung antara harddisk dengan
memori tanpa menggunakan CPU. Cara ini berlawanan dengan PIO yang menggunakan
CPU. Default:PCI/PnP
5. PCI Slot IDE Second Chanel
Dengan ini channel kedua
dari sebuah card EIDE di slot PCI dapat diaktifkan “Enabled” atau dimatikan
“Disabled”. Default:disabled
6. On-Chip Primary/Secondary
PCI IDE
On-chip Primary/Secondary
PCI IDE digunakan untuk mengaktifkan atau mematikan channel dari
Onboard-IDE-Contoller. Ada dua channel yang biasanya telah ada di motherboard,
yaitu primary channel dan secondary channel. Jika anda buat menjadi “Enabled”
maka channel ini akan diaktifkan. Jika anda ingin mematikannya maka gunakan
pilihan “Disabled”. Anda dapat mematikan salah satu channel onboard-IDE jika
Anda ingin memasang harddisk controller card secara manual pada komputer anda.
Default: Enabled
7. Onboard PCI SCSI Chip
Jika motherboard memiliki
Onboard SCSI Controller maka pilihan ini akan tampil. Digunakan untuk
mengaktifkan atau menonaktifkan SCSI Controller yang ada pada motherboard anda.
Default: Enabled
8. Onboard Parallel Port
Onboard Parallel port
digunakan untuk mengkonfigurasi Onboard Parallel port. Biasanya hanya ada satu
channel Paralel port yang dimiliki oleh motherboard. Pilihan “Disabled” akan
menyebabkab parallel port Anda tidak aktif. Sedangkan pilihan lainnya akan
menentukan port Anda tidak aktif, sedangkan pilihan lainnya akan menentukan
port dan IRQ yang digunakan. Pilihan-pilihan lainnya itu antara lain
“378/IRQ7”, “278/IRQ5”, dan sebagainya. Default: 378/IRQ7
9. Parallel Port Mode
Di sini biasanya tercantum
“SPP”, “EPP” dan “ECP” serta bermacam-macam kombinasi dari dalamnya sebagai
mode operasi untuk paralel port.
Power Management Setup
pada menu BIOS
Dapat digunakan untuk mengatur
system power untuk monitor, harddisk, dll.
Fungsi setiap bagian:
a. Power
Management
Disini kita dapat mematikan
(“Disabled”) atau menyalakan seluruh pilihan untuk penghematan energi. Jika
anda aktifkan anda dapat menggunakan dua konfigurasi yang sudah diberikan,
yaitu: “Max Saving” dan “Min Saving” sedangkan pilihan “User Define” digunakan
untuk melakukan konfigurasi Power Management secara manual dengan mengubah
beberapa pilihan lain. Default: Enabled
b. PM Control by APM (Advanced
Power Management)
Seting ini berlaku apabila
menggunakan sebuah sistem operasi yang disertai dengan Advanced Power
manage-ment seperti Windows 95. Pilihannya adalah yes atau no. Jika dipilih
yes, perangkat advanced power management akan diaktifkan untuk penghematan daya
maksimum. Jika dipilih no, BIOS akan mengabaikan APM.
c.Video Off Method
Disini tersedia
bermacam-macam setting bagaimana monitor harus dimatikan. Pada pilihan “Blank
Screen” hanya akan dikirim tampilan kosong ke monitor. Pilihan “VH-Sync+Blank”
akan turut mematikan signal-signal sinkronisasi. Pilihan “DPMS Support”
menentukan bahwa display adapter dan monitor diarahkan pada VESA Display Power
Management Signaling. Default: DPMS
d.Modem use IRQ
Disini dapat ditentukan IRQ
yang digunakan oleh modem yang ada. Jika IRQ ini aktif akan “membangunkan” PC
untuk menerima faksmili atau kiriman data. Default:Disabled
e. Doze/Stand By/Suspend Mode
Setting ini digunakan untuk
mengatur lamanya waktu yang diberikan bagi PC dalam keadaan aktif sebelum
memasuki mode-mode yang ada. Pada mode Doze hanya prosesor dan harddisk yang
dimatikan, mode Stand By mematikan harddisk dan monitor sedangkan mode Suspend
akan mematikan semua komponen. Default: Disabled
f.HDD Power Down
menentukan berapa lama yang diberikan bagi harddisk untuk
tidak bekerja sebelum dimatikan oleh BIOS secara software. Beberapa harddisk
yang lama mengalami masalah jika bagian ini diaktifkan karena setelah “tidur”
harddisk tersebut tidak bisa bangun secara software. Default: Disabled
PnP/PCI
Conviguration
Fungsi
setiap bagian
Assign IRQ for VGA => mengarahkan IRQ ke VGA
Assign
IRQ for USB => mengarahkan IRQ ke USB
PNP OS Installed => jika memilih ‘Yes’ maka computer
akan mengurus IRQ, I/O pada saat booting saja
Reset
configuration data => digunakan untuk menghapus data PnP
PCI / VGA Palette Snoop =>
mengaktifkan PCI / VGA
PC Health Status : Untuk mengetahui kondisi suhu prosesor, putaran
kipas, dll.
- Save & Exit Setup : Keluar dan menyimpan konfigurasi setting
- Exit Without Saving : Keluar tanpa menyimpan konfigurasi setting
Setelah kita mengklik pilihan Exit Without Saving maka akan muncul dialog konfirmasi, jika kita ingin keluar tekan tombol "y" pada keyboard, jika tidak tekan tombol "n"
KESIMPULAN
BIOS (Basic Input Output System) merupakan hal yang
sangat vital yang dapat membantu kita saat hendak melakukan troubleshooting
pada kerusakan komputer. Seperti misalnya :
a. Kasus komputer mati total ternyata bisa diatasi dengan cara mereset BIOS komputer,
b. saat hendak melakukan istallasi windows pengaturan first boot harus diatur terlebih dahulu disini.
c. Melihat spesifikasi perkakas komputer
d. bahkan saat mengoptimalkan kinerja komputer yang lebih dikenal dengan overclocking.
a. Kasus komputer mati total ternyata bisa diatasi dengan cara mereset BIOS komputer,
b. saat hendak melakukan istallasi windows pengaturan first boot harus diatur terlebih dahulu disini.
c. Melihat spesifikasi perkakas komputer
d. bahkan saat mengoptimalkan kinerja komputer yang lebih dikenal dengan overclocking.


















0 komentar:
Posting Komentar